Pada artikel ini, kombinasi MA yang akan dijelaskan adalah kombinasi MA 21 dan 34 eksponensial. Umumnya kombinasi MA tidak ada yang istimewa tetapi untuk kombinasi MA yang satu ini, kami coba memberikan keistimewaan lain yakni dapat digunakan pada timeframe 5 menit hingga 15 menit.
Kombinasi MA ini akan sesuai dengan trader tipe Scalping. Dan seperti apa istimewanya? Berikut penjelasannya.
EMA 21 dan 34

Terlihat pada ilustrasi di atas harga bergerak di bawah kombinasi MA dan biasanya kondisi ini menunjukkan harga cenderung bergerak lemah. Tetapi untuk menambah keyakinan kita, bisa ditambahkan dengan pola candle.
Pada grafik terlihat pola double top pada pergerakan grafik 15 menit (M15).
Begitu pula sebaliknya, ketika pergerakan grafik bergulir stabil diatas kedua MA Eksponensial. Ketika terjadi pola candle akan cenderung membentuk pola double bottom atau pola bottom. Bila ini terjadi, secara teknikal harga berpotensi menguat.
Berikut ilustrasinya,

Artinya indikator tersebut dapat membantu Scalping trader dalam aktifitas tradingnya.
Cara Menentukan Stop Loss dan Taking Profit
Apabila diantara trader dalam konsep tradingnya menggunakan fungsi sistem dari Stop Loss dan Taking Profit, pada MA 21 dan 34 kita dapat memaksimalkan fungsi tersebut dengan melihat tren pasar yang sedang terjadi.
Seperti penjelasan diatas, pembacaan tren pasar dapat dilihat dari pergerakan grafik, apakah bergulir diatas kedua MA atau di bawah kedua MA. Setelah melihat tren di pasar, selanjutnya melihat pola candle yang terbentuk.
Apabila tren di pasar sedang berada dalam tren bullish, pastikan kita menunggu pola bottom yang terbentuk untuk masuk kepasar. Setelah itu penentuan Taking Profit dapat dilakukan dengan menempatkan posisi Taking Profit kita pada candle top yang telah terbentuk sebelumnya.
Lihat pada ilustrasi dibawah ini,

Sedangkan untuk menentukan Stop Loss dapat dilakukan dengan 2 cara. Yakni dengan memasang sistem SL di bawah pola bottom yang terbentuk atau saat grafik bergerak di bawah MA 21 dan 34.
Selanjutnya ketika tren di pasar mengarah pada tren bearish, pastikan di saat entry posisi menunggu pola top yang terbentuk dan menempatkan Taking Profit pada bottom yang telah terbentuk sebelumnya.
Berikut ilustrasinya,

Sebaliknya, untuk menentukan area Stop Loss pada saat tren terjadi di pasar, tergantung dari kebijakan diri sendiri. Misal tren bullish, penempatan Stop Loss dapat dilakukan dengan menempatkan posisi Stop Loss di bawah pergerakan MA 21 dan 34.
Sementara saat tren bearish, penempatan Stop Loss dapat dilakukan dengan menempatkan posisi Stop Loss di atas pergerakan MA 21 dan 34.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa strategi trading dengan memaksimalkan indikator MA 21 dan 34 Eksponensial bisa membantu kita untuk menghemat waktu trading. Mungkin ini dapat menjawab beberapa keluhan investor yang sulit untuk meluangkan waktunya memperhatikan pergerakan pasar.
Jangan lupa share ya!
Post a Comment
Bagi yang ingin request Indikator silahkan ketikkan di kolom komentar. Terima kasih atas kunjungannya.